Bahagia Tidak Harus Kaya, Begini Caranya

Manusia akan merasakan bahagia jika telah mengenal Allah dengan sebaik baiknya. Kaya bukanlah penyebab rasa bahagia, dan ini sudah terbukti.

Ada artis yang sudah tenar sedunia dan kekayaannya sudah berlimpah tapi susah tidur dan akhirnya mati bunuh diri.

Falisitas seperti handphone canggih juga tidak akan membuatmu bahagia….kok bisa? pastinya saja . Dengan hp yang cangih kamu akan mengisntal banyak aplikasi sosial media seperti instagram, facebook, telegram, whatsapp atau games.

Semakin lama kamu pegang HP kamu akan penasaran utuk selalu bikin status dan baca status teman kamu. Hati pasti akan semakin tidak nyaman. Jika ada komentar yang kurang enak, kamu akan tersinggung dan marah marah.

Jika kamu main game online, kamu juga akan selalu penasaran pengin menang dan tidak sadar banyak waktu yang terbuang. Bukannya pernah ada anak yang meninggal dunia karena seharian main game.

Jadi fasilitas handphone canggih akan membuat hatimu akan tersiksa jika tidak bisa menggunakan dengan baik.

Silahkan di baca godaan iblis terhadap orang yang mempunyai harta.

Bahagia dengan taqwa

Setiap hari jum’at di wajibkan laki laki untuk melaksanan sholat jum’at dan disitu selalu ada pesan untuk mengkatkan ketaqwaan. Tapi kata taqwa itu tidak bisa masuk ke otak alam bawah sadar.

Ataukah belum tahu cara untuk meraih taqwa yang sebenarnya. Padahal dengan taqwa itu akan di raih rasa bahagia di Dunia dan Akhirat.

Apasih taqwa itu?

Taqwa artinya mentaati perintah Allah dan tidak berbuat maksiat kepada Nya. Jika kita sudah belajar ilmu agama yang lebih mendalam, menerapkan taqwa itu akan terlihat tidak mudah. Tapi jika ilmu agama kita belum banyak seolah olah kita ini sudah termasuk orang yang bertaqwa.

Mencari ilmu agama itu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Dengan ilmu agama yang sesuai nabi ajarkan, maka amalan kita pasti akan di terima dan rasa bahagia itu akan datang.

Tapi jika kita beramal yang tidak sesuai dengan syari’at yang nabi ajarkan, maka amalan kita akan tertolak dan tidak akan datang rasa bahagia.

Ilmu yang wajib dipelajari setiap muslim adalah ilmu tauhid, ilmu yang paling penting dan dasar beragama. Jika cara kita mengesakan Allah itu salah, akibatnya sangat fatal. Bisa-bisa kita sudah keluar dari agma islam.

bahagia
taqwa

Ilmu Tauhid atau mengesakan Allah

Dalam menjalani kehidupan ini, kita harus selalu beribadah dan meminta pertolongan hanya kepada Allah Shubhanahu wa ta’ala saja.

Kita harus meminta kepada Allah dahulu dalam mengatasi segala masalah kehidupan, setelah itu baru meminta bantuan kepada manusia.

Salah satu rujukan kitab tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimi yang bisa dilihat dari penejelasan Ustd Abdullah Sholeh Hadrami dan silahkan di download kitabnya dalam bentuk pdf untuk di baca sendiri.

Daftar isi Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimi terdiri dari 67 bab, sekitar 278 halaman yaitu:

  • Bab 1. Tauhid ( hakekat dan kedudukannya )
  • Bab 2. Keistimewaan tauhid dan dosa-dosa yang diampuni karenanya
  • Bab 3. Barang siapa mengamalkan tauhid dengan semurni-murninya, pasti akan masuk surga tanpa hisab
  • Bab 4. Takut kepasa syirik
  • Bab 5. Dakwah kepada Syahadat
  • Bab 6. Tafsiran Tauhid dan Syahadat
  • Bab 7. Termasuk syirik memakai gelang, benang dan sejenisnya sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya
  • Bab 8. Tentang rukyah dan tamimah
  • Bab 9. Mereka yang mengharapkan berkah kepada pohon, batu dan sejenisnya
  • Bab 10. Menyembelih binatang bukan niat Lillah
  • Bab 11. Menyembelih binatang dengan niat Lillah, dilarang waktu sembelih di tempat niat tidak Lillah
  • Bab 12. Termasuk syirik; bernadzar bukan Lillah
  • Bab 13. Termasuk syirik; meminta pertolongan kepada selain Allah
  • Bab 14. Termasuk syirik; berdo”a kepada selain Allah
  • Bab 15. Tidak seorangpun di sembah selain Allah
  • Bab 16. Keadaan para Malaikat sebagai makhluk Allah dan rasa takutnya
  • Bab 17. Syafa’at
  • Bab 18. Nabi tidak bisa memberi hidayah kecuali dengan kehendak Allah
  • Bab 19. Faktor yang menyebabkan orang menjadi kafir dan meninggalkan agama mereka
  • Bab 20. Sikap keras Rasulullah terhadap orang yang beribadah kepada Allah disisi kuburan orang sholeh
  • Bab 21. Sikap berlebihan kepada kuburan orang shaleh
  • Bab 22. Tindakan Rasulullah untuk melindungi tauhid dan menutup setiap dalan menuju syirik
  • Bab 23. Keterangan bahwa ada kalangan di umat ini yang menyembah berhala
  • Bab 24. Hukum sihir
  • Bab 25. Macam macam sihir
  • Bab 26. Dukun, tukang ramal dan sejenisnya
  • Bab 27. Tentang nusyrah
  • Bab 28. Hukum tathayur
  • Bab 29. Ilmu nujum (astrologi)
  • Bab 30. Menisbatkan turunnya hujan kepada bintang
  • Bab 31. Cinta kepada Allah
  • Bab 32. Takut kepada Allah
  • Bab 33. Tawakal kepada Allah
  • Bab 34. Merasa aman dari siksa Allah dan berputus asa terhdap rahmat-Nya
  • Bab 35. Sabar terhadap segala takdir-Nya
  • Bab 36. Tentang riya”
  • Bab 37. Termasuk syirik: memotivasi seseorang dalam amalnya untuk kepentingan dunia
  • Bab 38. Barang siapa mentaati ulama dan umara” dalam mengharamkan yang di hallalkan Allah dan menghallalkan yang di haramkan allah, berarti ia telah mempertuhankan mereka
  • Bab 39. Berhakim selain Allah dan Rasul -Nya
  • Bab 40. Mengingkari asma” dan sifat Allah
  • Bab 41. Ingkar kepada nikmak Allah
  • Bab 42. Janganlah membuat sekutu-sekutu untuk Allah
  • Bab 43. Orang yang tidak rela dengan sumpah yang menggunakan Allah
  • Bab 44. Ucapan: “atas kehendak Allah dan kehendakmu”
  • Bab 45. Siapa yang mencaci masa maka dia telah mensakiti Allah
  • Bab 46. Menggunakan gelar hakim dan para hakim dan semacamnya
  • Bab 47. Memuliakan Asma Allah Ta”ala dan mengganti nama untuk tujuan ini
  • Bab 48. Bersenda gurau dengan menyebut Allah, Al Quran dan Rasulullah
  • Bab 49. Mensyukuri nikmat Allah dan mengakui berasal dari Nya
  • Bab 50. Memberi nama yang di perhambakan kepada selain Allah
  • Bab 51. Menetapkan al-asma’ al-husna hanya untuk Allah dan tidak menyelewengkannya
  • Bab 52. Larangan mengucapkan : As-Salamu ‘Alallah
  • Bab 53. Doa dengan : “Ya, Allah ampunilah aku jika engkau menghendaki”
  • Bab 54. Jangan mengatakan: “Hambaku”
  • Bab 55. Jangan ditolak orang yang meminta dengan menyebut nama Allah
  • Bab 56. Tidak dimohon dengan menyebut wajah Allah, kecuali surga
  • Bab 57. Tentang ucapan “Andaikata”
  • Bab 58. Larangan mencaci maki angin
  • Bab 59. Larangan berprasangka buruk kepada Allah
  • Bab 60. Mereka yang mengingkari qodar
  • Bab 61. Tentang perupa makhluk bernyawa
  • Bab 62. Larangan banyak bersumpah
  • Bab 63. Tentang perjanjian Allah dan perjanjian nabi-Nya
  • Bab 64. Larangan bersumpah mendahului Allah
  • Bab 65. Tidak di benarkan meminta Allah sebagai perantara kepada makhluk-Nya
  • Bab 66. Upaya Nabi dalam menjaga kemurnian tauhid
  • Bab 67. Keagungan dan kekuasaan Allah Ta”ala

Semoga Allah mudahkan dalam mempelajari kitab tauhid Syaikh Muhammad At-Tamimi sebagai modal dasar beragama islam yang baik dan benar sebagai jalan untuk meraih surga-Nya.

bahagia tanpa jimat
bahagia
jimat syirik

Berbakti Kepada Orang Tua

Tahapan kedua setelah kita bisa mengesakan Allah dan beribadah hanya kepada Nya, maka langkah selanjtnya kita harus bisa berbakti kepada kedua orang tua.

Durhaka kepada kedua orang tua akan mendapatkan azab di dunia dan di akhirat. Orang durhaka kepada orang tua tidak akan bahagia di dunia, karena akan mendapatkan azab atau hukuman dari Allah yang disegerakan selagi masih di dunia.

Cara berbakti kepada kedua orang tua yang masih hidup antara lain:

  1. Tunduk dan patuh perintah yang tidak melanggar syari’at Allah.
  2. Berbicara baik dan sopan, jangan berkata kata yang bisa menyakitkan orang tua
  3. Jangan pernah memasang muka marah dan musam
  4. Ringankan beban ekonomi, karena sudah jadi tanggung jawab anak jika orang tua sudah tidak mampu mencari nafkah lagi.
  5. Jaga nama baik orang tua

Sedangkan cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal adalah sebagai berikut:

  1. Mendo’akan dan memintakan ampun kedua orang tua
  2. Menyambung silaturahmi ke keluarga orang tua
  3. Membayarkan hutang jika masih ada pinjaman
  4. Melaksanakan nadzar yang belum terlaksanakan
  5. Menghajikan ke dua orang tua jika mampu
  6. Sedekah atas nama orang tua
  7. Menyambung persahabat dengan teman-teman orang tua
  8. menjadi anak saleh

Baca : “Menabung untuk biaya umroh dengan celengan kabah

Makanan Halal dan Baik

makanan halal
makanan halal dan baik
bahagia
https://qazwa.id/

Setiap muslim harus berusaha untuk makan makanan hallal dan baik. Makanan hallal dari cara mendapatkan dan dari cara mengolahnya. Makanan yang baik tidak merusak tubuh kita.

Kita harus bisa memilih sumber bahan makanan yang baik sehingga tubuh tetap selalu sehat. Sebagai usaha untuk menjauhkan dari semua penyakit yang berasal dari makanan.

Apakah ada makanan yang dapat menimbulkan penyakit?

Penyakit autoimun sebagai contoh dari penyakit yang disebabkan makanan. Jika sering makan makanan olahan pabrik dengan bahan pengawet serta mengandung susu, tepung gluten maka lambat laun bisa kena penyakit autoimun.

Ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun. Beberapa di antaranya memiliki gejala yang sama. Pada umumnya, gejala-gejala awal penyakit autoimun adalah:

  • Kelelahan.
  • Pegal otot.
  • Ruam kulit.
  • Demam ringan.
  • Rambut rontok.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Kesemutan di tangan dan kaki.

Dalam islam sudah di ajarkan untuk berpuasa. Puasa secara kesehatan sangat baik bagi organ pencernakan untuk melakukan istirahat, dan bisa terjadi proses perubahan lemak tubuh menjadi sumber energi lagi.

Sehingga lemak yang tersimpan di bawah kulit, pinggang, perut bisa terolah kembali menjadi sumber energi bagi tubuh. Maka tubuh tidak menjadi overweight atau kegemukan.

Makanan Halal

Makanan halal di dalam islam sudah di terangkan dengan jelas. Berikut ini kriteria makanan halal menurut islam yang harus di ketahui:

PertamaHalal Li Zatihi atau Halal dari sisi zat, yaitu sebuah makanan dan minuman tergolong halal apabila ia merupakan makanan yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang tidak diharamkan dalam Islam. Maka dalam hal ini seperti Babi, Alkohol, dan segala makanan lainnya yang diharamkan tidak akan masuk pada kriteria ini.

Kedua, Cara memperolehnya halal, yaitu proses untuk mendapatkan makanan tersebut tidak boleh melalui proses yang diharamkan dalam Islam seperti mencuri, menipu dan sebagainya. Meskipun makanan tersebut secara zat tergolong halal namun apabila ia berasal dari hasil mencuri atau menipu maka makanan tersebut tidak masuk kategori ini.

Ketiga, Cara memprosesnya halal, yaitu cara menuju makanan itu menjadi siap makan haruslah melalui proses yang halal. Seperti ketika melakukan penyembelihan harus mengucapkan bismilah atau tidak menambahkan apapun yang berbahaya seperti bahan pewarna tekstil dan sebagainya.

Keempat, Cara menyajikan, mengantarkan, serta menyimpan harus halal. Maksudnya adalah bahwa makanan tersebut meskipun dari segi zat, cara memperoleh dan memprosesnya sudah dilakukan secara benar sesuai syariat Islam tapi ketika ia disajikan dengan cara yang salah maka tetap tidak tergolong makanan halal. Seperti disajikan ke piring yang terbuat dari emas atau disimpan di tempat yang berbahaya bila kemudian akan dikonsumsi.

Kelima, Cara menyajikan, mengantarkan, serta menyimpan harus halal. Maksudnya adalah bahwa makanan tersebut meskipun dari segi zat, cara memperoleh dan memprosesnya sudah dilakukan secara benar sesuai syariat Islam tapi ketika ia disajikan dengan cara yang salah maka tetap tidak tergolong makanan halal. Seperti disajikan ke piring yang terbuat dari emas atau disimpan di tempat yang berbahaya bila kemudian akan dikonsumsi.

Karakter dasar manusia

Kehidupan manusia dapat di kelompokkan menjadi 4 kareakter pokok yaitu:

  1. Mendapat Ilmu Agama dan Ilmu dunia.
  2. Mendapat Ilmu Agama tapi tidak mendapatkan ilmu dunia
  3. Tidak mendapatkan ilmu agama dan ilmu dunia
  4. Mendapatkan Ilmu dunia tapi tidak dapat ilmu agama

Dari 4 karakter tersebut, paling susah adalah tidak dapat ilmu agama dan ilmu dunia.

Ilmu agama adalah ilmu yang bisa menyelamatkan di kehidupan dunia dan akhirat.

Ilmu dunia adalah ilmu yang di dapatkan supaya bisa hidup di dunia lebih baik atau kaya.

Jika kedua ilmu tersebut bisa bergabung dalam diri kita maka kehidupan di dunia dan akhirat akan tercapai dengan baik. Hidup di dunia kaya dan di akhirat pun akan selamat dan pastinya bahagia.

sebagai contoh kasus, suatu saat Umar bin khotob ketinggalan sholat berjama’ah di masjid karena sibuk mengurus kebun kurma. Karena menyesal dengan kesibukan mengurus kebun kurma yang dapat melalaikan dan telat sholat, maka kebun tersebut di sedekahnya. Sebagai kafarot atau sebagai sangsi karena telat sholat berjama’ah di masjid.

Bagaimana dengan diri kita?

Hakekat Kehidupan Dunia

Agar kita tidak tertipu dengan hakikat kehidupan dunia, maka lihatlah permisalan kehidupan di dunia di bawah ini:

  • Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang  sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. [Al-‘Ankabût/29: 64]
  • Kehidupan dunia ini dinamakan dunia karena rendah dan hina, karena dunya artinya paling rendah atau hina. Kehidupan dunia yaitu sesuatu yang sedikit dan kecil, kehidupan yang penuh dengan syahwat dan fitnah. Akhir dari dunia adalah kefanaan dan kemusnahan

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil.

Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.

Kekayaan dunia itu bukan syarat untuk bahagia, karena dunia itu hina dan lebih jelek dari bangkai anak kambing yang cacat. Jika kita sudah paham dengan ilmu agama.