4 Godaan Iblis Terhadap Orang Kaya

Godaan iblis untuk orang yang mengumpulkan harta sangat banyak sekali di masa sekarang ini. Karena kemudahan teknologi dan jaringan internet banyak bidang usaha yang bisa di lakukan menggunakan laptop maupun HP. Contohnya saja trading forex atau mata uang, jualan online emas dan perak.

Godaan iblis
harta karun
4 Godaan Iblis Terhadap Orang Kaya

Godaan iblis ada 4 kriteria

Dari cara mencari harta.

Mereka tidak peduli lagi bagaimana cara dalam mendapatkan harta, sehingga menerjang jalan yang haram. Sekarang banyak orang yang berusaha dengan modal riba seperti pinjam uang dari bank konvensional dengan alasan bunganya kecil. Ada juga yang menggunakan modal dari kartu kredit.

Selain dari cara mendapatkan modal usaha, cara berdagangnya tidak sesuai aturan syari’at. Yang penting dapat untung banyak. Disini kita perlu belajar lagi tentang fikih muamalah kontenporer sebagai acuan untuk mendapatkan harta yang halal.

Contoh barang haram yang di larang dalam islam antara lain:

  • Kucing
  • Anjing
  • Bangkai
  • Babi
  • Berhala
  • Darah
  • Gambar yang mempuyai ruh (manusia dan hewan)
  • Khomr (minuman yang memabukkan)
  • Segala sesuatu yang haram dan yang dimanfaatkan untuk tujuan haram

Dari sisi kebatilan

Ada yang sudah kaya raya tidak pernah belajar menghitung dan mengeluarkan zakat dari harta yang dimiliki, karena beranggapan tidak ada kewajiban untuk membayar zakat. Jaman sekarang orang kenal dengan pajak karena di tagih oleh negara, sedangkan zakat yang hukumnya wajib bagi yang sudah masuk nisab tidak tahu aturannya.

Ada pula yang membayar zakat kepada karyawannya, padahal itu sebenarnya gaji karyawan tersebut.

Diantara mereka ada yang membayar zakat sesuai ketentuan,tetapi iblis membisikinya, ” Hartamu bisa habis nanti “. Karena itu dia tidak mau mengeluarkan shadaqah, karena dorongan kecintaan kepada harta dan kekhawatiran jika harta habis.

Ada juga yang memberikan barang yang sudah tidak dipakai atau jelek, dan merasa sayang untuk memberikan benda yang dicintainya.

Dari sisi penumpukan harta

Orang yang kaya melihat dirinya lebih baik dari pada orang miskin. Ini adalah kebodohan. Karena ke utamaan itu tergatung kepada keutamaan jiwa, bukan karena harta yang bertumpuk, sebagaimana yang dikatakan penyair:

“Orang berakal yang memiliki kekayaan jiwa

Lebih baik dari kekayaan harta benda

Keutamaan jiwa di tengah manusia

bukan karena keutamaan keadaannya”

Dari sisi pembelanjaannya

Diantara mereka ada yang membelanjakan harta secara boros dan berlebih lebihan. Harta itu dipergunakan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan, untuk menghias tembok, mempercantik rumah dengan membeli berbagai macam gambar.

Terkadang harta itu di belanjakan untuk membeli pakaian, Handphone terbaru, tas branded yang membuatnya takabur dan di pamerkan di sosial media.

godaan iblis di kabah
selfi di kabah
gambar kabah

Ada seorang berkata kepada Bisyr Al-Hafi, ” Aku sudah mempersiapkan uangsebanyak 2000 dirham untuk menunaikan haji”.

“Apakah engkau sudah pernah menunaikan haji sebelum ini?” tanya Bisyr.

“Sudah,” jawab orang itu

“Kalau begitu bantulah orang yang mempunyai hutang untuk meluasi hutangnya,” kata Basyr.

“Tapi hatiku lebih sreg untuk menunaikan haji,” jawab orang itu.

“apakah maksudmu juga untuk bepergian kesana, lalu bisa kembali lagi?” tanya Basyr.

“Karena aku melihat orang lain juga menunaikan” jawab orang itu memberi alasan.

Disini maksudnya ibadah haji itu wajibnya sekali saja, haji yang kedua dan seterusnya hukumnya sunah. Jika uang yang di rencanakan untuk haji bisa di kasihkan kepada saudara dan tetangga untuk melunasi hutang, alangkah lebih baik amalan tersebut.

Masih banyak lagi godaan iblis yang harus di hindari oleh orang yang punya harta. Orang yang punya harta harus lebih serius lagi dalam belajar agama. Harus tau keutamaan beramal dengan harta bendanya. Karena harta yang dikumpulkan itu hanyalah sebgai titipan saja, maka akan di tanyakan juga untuk apa di gunakan.

Godaan iblis itu akan membuat merasa miskin walaupun hartanya sudah banyak, orang tidak akan puas dengan satu gunung emas. Hingga mulutnya di sumpal dengan tanah atau mati.

Ingatlah kisah Abdurrahman bin Auf yang takut dengan harta benda yang diperolehnya akan membuatnya lama masuk surga. Sehingga suatu ketika beliau pengin menjadi orang yang miskin. Perlu di ketahuai bahwa keutamaan orang miskin bisa masuk surga lebih cepat lima ratus tahun dari pada orang kaya. Sehingga pada musim kurma yang hasilnya kurang bagus dan tidak laku di jual, di beli semua oleh Abdurrahman bin Auf berharap akan menjadi orang yang miskin.

Tapi harapan tersebut tidak terjadi karena ada raja dari yaman yang membeli kurma busuk tersebut dengan harga 10x lipat dari harga belinya. Kebetulan kurma busuk itu bisa sebagai obat untuk rakyat di yaman.

Kebahagian bukan karena kaya, tapi bahagia itu karena semakin dekat dengan Allah Ta’ala