Dak Keraton

Kategori: Dak Keraton | 77 Kali Dilihat
Dak Keraton Reviewed by Maskur on . This Is Article About Dak Keraton

Table of Contents Lebih Hemat Dak Keraton Lebih RinganPengujian kekuatan Dak Keraton Lebih Hemat Dak Keraton (keramik komposit beton) merupakan pelat rusuk dengan pengisi tanah liat bakar sebagai alternatif pelat lantai yang lebih ekonomis dan efisien. “Dak keraton merupakan teknologi Eropa yang dikembangkan di Indonesia menggunakan tanah liat. Kekuatan Dak… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga:Rp 10.000
Order via SMS

081222106777

Format SMS : ORDER#NAMA PRODUK#JUMLAH
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : DK
Stok Tersedia
Kg
31-01-2020
Detail Produk "Dak Keraton"
dak keraton

Lebih Hemat

Dak Keraton (keramik komposit beton) merupakan pelat rusuk dengan pengisi tanah liat bakar sebagai alternatif pelat lantai yang lebih ekonomis dan efisien. “Dak keraton merupakan teknologi Eropa yang dikembangkan di Indonesia menggunakan tanah liat. Kekuatan Dak Keraton bukan dari keramiknya. Dalam teknologi plat beton kekuatan pada dasarnya terletak pada penggunaan slof besi sedangkan keramiknya sebagai pengganti betonnya bukan kekuataannya. Fungsi beton sebagai kuat tekan dan kuat tarik berfungsi pada besi tulangnya. Kuat tekannya 60% diganti unsur keramik, 40 % unsur betonnya,”

Dak Keraton Lebih Ringan

Penggunaan Dak Keraton sebagai pelat lantai mempunyai beberapa keunggulan, yaitu lebih ringan dengan bobot mati antara 180 Kg/m² – 225 Kg/m² dibandingkan dengan dak cor beton konvensional yang mempunyai berat mati antara 425 Kg/m² – 450 Kg/m² sehingga mengurangi beban bangunan secara keseluruhan dan tekanan pada pondasi dan kolom lebih kecil. Karena lebih ringan, maka gaya yang terbentuk akibat gempa menjadi lebih kecil sehingga lebih aman bagi struktur bangunan. Dari segi waktu lebih cepat dan penghematan bisa ditekan hingga 40 % dari keseluruhan anggaran pembangunan.

Penggunaan dak keraton lebih cepat pemasangannya dan tidak membutuhkan perancah kayu sehingga ramah lingkungan dengan penggunaan kayu yang sedikit serta pada saat pemasangan tidak menganggu kegiatan di lantai bawahnya. Hanya butuh beberapa bambu saja pada bentang 3 – 4 m sebagai penopang sementara sehingga aktifitas masih bisa dilakukan di lantai bawah.

Bentuk dan bahan pembuat Dak Keraton menyerupai batu bata karena terbuat dari tanah liat tetapi bagian tengahnya berlubang-lubang. Lubang ini merupakan bagian konstruksi yang sudah dihitung dan sudah mengalami pengujian oleh Pusat Penelitian Teknologi Permukiman Badan Litbang Permukiman dan Prasarana Wilayah, Bandung,

sehingga membuat bahan ini kuat untuk digunakan. Lubang-lubang ini juga berfungsi sebagai sinyal bila plat/dak akan runtuh. Layaknya bambu bila mengalami tekanan kuat maka bambu akan memberikan sinyal dengan mengeluarkan bunyi ‘Krek’. Berbeda dengan kayu, sinyal ini tak kan ada karena kayu tidak mempunyai rongga di dalamnya. Selain itu, rongga itu juga berfungsi sebagai peredam suara dan panas. Untuk pemasangannya harus dilakukan oleh tukang yang ahli karena dibutuhkan proses ketelitian dan kerapian dalam perakitannya.

Cara perakitannya dilakukan di lokasi pembangunan karena perakitan menyesuaikan lokasi yang ada karena biasanya gambar denah tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Blok-blok Dak Keraton tersebut disusun terbalik dan berurutan agar memudahkan proses pemberian semen awal. Pemberian rangka besi dilakukan di bagian atas dan diperkuat lagi di sisi kiri dan kanan.

Pembesian menggunakan besi ukuran 6 pull dan 8 pull kemudian baru dilakukan pemberian semen. Digunakan semen khusus yang mempunyai daya ikat yang kuat dibandingan semen biasa. Semen khusus ini juga mempunyai daya kering yang lebih cepat, yaitu 2 hari sedangkan semen biasa membutuhkan proses pengeringan hingga 7 – 8 hari. Setelah benar-benar kering, rakitan pertama dibawa ke atas untuk diinstall. Ujung-ujung besi dilebihkan untuk pengikatan ke balok ring yang cukup satu arah.

sumber: https://www.rumahjogjaindonesia.com/

Pengujian kekuatan Dak Keraton

Kekuatannya pun telah diuji di laboratorium dengan hasil seperti di bawah ini.

Hasil ini sesuai dengan loading Test-II No LB/BPPU/001-12/IX/9906.09.99.Ketebalan dak dibuat 15 cm sehingga estimasi perkiraan pembebanan :

  1. Untuk beban 500 kg / m2 kuat hingga bentangan 3,6 m.
  2. Untuk beban 400 kg / m2 kuat hingga bentangan 3,8 m
  3. Untuk beban 300 kg / m2 kuat hingga bentangan 4,2 m 
  4. Untuk beban 200 kg / m2 kuat hingga bentangan 4,65 m
  5. Untuk beban 100 kg / m2 kuat hingga bentangan 5,4 m

sumber : http://dakkeratoncitra.blogspot.com/

 
Chat via Whatsapp